Memelihara jenggot=teroris ???

Jenggot adalah sesuatu yang aneh oleh sebagian umat islam saat ini. Padahal diantara sunnah-sunnah fitroh yang diajarkan oleh Nabi kita yang mulia yaitu memanjangkan atau membiarkan jenggot. Sunnah yang dimaksudkan disini bukanlah sunnah seperti yang difahami dalam ilmu fiqh. Dimana di dalam ilmu fiqh, sunnah adalah suatu perbuatan yang jika dilakukan akan mendapatkan pahala namun apabila ditinggalkan tidaklah mengapa. Sebagaimana telah diketahui bahwa sunnah itu memiliki beberapa makna. Maka kita memaknai sunnah sesuai dengan konteks yang kita bahas. Jadi sunnah dalam konteks ini maksudnya adalah tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang harus dijadikan contoh bagi umatnya. Sebagaimana firman Allah:
… وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya: Di antara kamu apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (Al Hasyr ayat 7).

Masalahnya, banyaknya anggapan orang-orang awam terutama di Indonesia bahwa memelihara jenggot adalah perkara berlebih-lebihan dalam masalah agama, memelihara jenggot adalah kebiasaan orang Arab dan kita orang Indonesia tidak perlu ikut-ikutan, bahkan ada sebagian masyarakat yang menganggap kalau jenggotan itu adalah ciri-ciri teroris. Lalu benarkah anggapan banyak orang ini??

Karena masalah memelihara jenggot ini tekait dengan masalah agama, oleh sebab itu perlu kita lihat bagaimana pandangan agama tentang memelihara jenggot. Karena sebagai seorang muslim yang taat, kita wajib menimbang yang benar dan yang salah sesuai dengan pandangan agama, bukan dengan perasaan atau akal kita. Dan tidaklah pantas bagi kita menimbang yang benar dan bathil itu dengan akal dan perasaan kita karena akal dan perasaan manusia itu lemah. Adapun agama ini diturunkan oleh Allah Rob semesta alam ini untuk menyelamatkan manusia maka pastilah apa yang Allah turunkan ini tidak lain kecuali akan mendatangkan manfaat bagi manusia itu sendiri. Dan satu hal lagi yang perlu kita pahami sebagai umat islam, bahwa pemahaman tentang agama yang benar, pasti tidak akan pernah bertentangan dengan akal yang sehat. Kita memohon kepada Allah semoga diberikan pemahaman yang benar tentang agama ini.

Adapun tentang memelihara jenggot ini Allah ta’ala telah menjelaskan dalam Al-Quran:
وَلأُضِلَّنَّهُمْ وَلأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الأَنْعَامِ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّهِ …
Artinya: Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya , dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya. ( Annisa 119)

Lantas apa hubungannya ayat ini dengan memelihara jenggot?!. Ternyata disini terdapat hubungan yang sangat jelas, sebagaimana telah disepakati ulama. Yaitu memotong jenggot termasuk perbuatan mengubah ciptaan Allah dan mengubah ciptaan Allah adalah haram hukumnya sebagaimana dijelaskan oleh ayat Al-Quran diatas. Perbuatan merubah ciptaan Allah adalah perbuatan tercela karena Allah telah meciptakan makhluknya dalam sebaik-baik bentuk.
Adapun dalil dari Nabi kita yang mulia Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang beliau perintahkan didalam haditsnya, “Pangkaslah kumis, biarkanlah jenggot dan selisihilah orang-orang majusi. (HR. Bukhori dan Muslim). Dan juga hadits Beliau dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda : “Selisihilah orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan pangkaslah kumis. (HR. Bukhori dan Muslim). Dari dua hadits yang disebutkan diatas (dan masih banyak lagi hadits shohih yang tidak disebutkan disini), jelaslah bagi kita bagaimana Rasulullah telah memerintahkan kepada kita untuk memelihara jenggot. Dan sebagaimana yang telah diketahui secara umum (mafhum) didalam kaedah dalam ilmu ushul fiqh telah disepakati oleh para ulama: bahwa hukum asal dari perintah adalah wajib kecuali ada dalil yang memalingkannya menjadi sunnah. Maka bagi orang yang mengatakan membiarkan jenggot itu sunnah, wajib baginya untuk mendatangkan dalil.
Dari dalil-dalil yang telah dibawakan diatas, maka jelaslah bagi kita bahwa membiarkan jenggot itu wajib hukumnya dan memotongnya adalah perbutan dosa. Adapun yang dimaksud membiarkan adalah tidak memotongnya, membiarkan tumbuh apa adanya. Adapun dengan memotongnya banyak atau sedikit, sebagian atau sampai habis, sama saja haram hukumnya. Lalu bagaimana dengan laki-laki yang tidak memiliki jenggot? Bolehkah dia memakai obat penumbuh jenggot??. Adapun dengan laki-laki yang tidak memiliki jenggot maka mereka tidak perlu memakai obat-obatan atau sebagainya agar jenggot mereka bisa tumbuh. Karna kita diperintahkan untuk mentaati Allah dan Rasulnya semaksimal yang kita bisa mampu. Sebagaimana sabda Rasulullah yang tulis oleh Imam Nawawi rahimahullah dalam hadits Arba’in: ” Apa saja yang dilarang bagi kalian maka jauhilah dan apa saja yang diperintahkan maka kerjakanlah semampu kalian.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Dari dalil-dali diatas jelaslah bagi kita pandangan islam tentang memelihara jenggot. Sebagaimana dari disebutkan bahwa memelihara jenggot disyari’atkan dalam islam bahkan dengan dalil yang jelas dan terbantahlah semua anggapan jelek sebagian umat ini tentang memelihata jenggot dan orang-orang yang memelihara jenggotnya.

Wallahu a’lam

Artikel: gunawananeva.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: