Niat Yang Ikhlas

Ikhlas merupakan kesempurnaan agama, derajat yang tinggi dan syarat diterimanya suatu amal disisi Allah. Niat yang ikhlas berarti menetapkan tujuan sebuah amal ketika hendak mengerjakannya. Ikhlas adalah memasang niat dalam amal untuk mengharapkan wajah Allah semata. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“ Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung kepada niat, dan setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan.” (1)

Sehingga begitu besarnya pengaruh niat terhadap suatu amal. ‘Abdullah bin Al-Mubarrak rahimahullah pernah berkata:

“ Berapa banyak amal besar yang menjadi kecil nilaiya karena niat. Dan berapa banyak amal kecil yang menjadi besar nilainya karena niat.” (2)

Sebuah amal yang terlihat besar seperti haji atau meyedekahkan harta dalam jumlah yang besar bisa saja tidak bernilai disisi Allah disebabjan oleh niat yang tidak ikhlas. Dan sebaliknya, amal yang terlihat kecil dalam pandangan manusia ataupun kelihatannya sepele seperti menyingkirkan kerikil dari jalan yang bisa menyelakakan orang yang lewat atau sekedar senyum ketika bertemu dengan saudara sesama muslim, bisa saja amal ini bernilai besar disisi Allah disebabkan oleh niat yang ikhlas mengharapkan ridho Allah.

Maka, suatu hal yang sangat penting bagi seorang muslim untuk memperhatikan niatnya dalam setiap amalnya sehari-hari. Seorang muslim yang baik hendaknya memasanag niat yang baik sebisa mungkin, sehingga setiap amal yang ia lakukan dicatat sebagai pahala disisi Allah. Misalnya tidur cepat dimalam hari dengan niat agar bisa bangun di akhir malam sehingga bisa melaksanakan sholat malam dan keesokan harinya badan menjadi segar untuk mengerjakan ibadah dan memikul semua tanggung jawab. Ia makan dengan niat agar badannya menjadi sehat dan kuat, sehingga bisa mengerjakan amal shalih. Ia mandi dengan niat agar badannya menjadi segar dan bersih sehingga ia bergairah melaksanakan kewajiban. Maka dengan niat yang baik ini niscaya, aktivitas yang hukum asalnya adalah mubah bisa saja mendapatkan pahala disisi Allah. Apalagi dengan amal-amal yang hokum asalnya sunnah ataupun wajib.

Niat yang lurus dan ikhlas sangat berpengaruh terhadap kehidupan seorang hamba, baik utnuk dunianya apalagi untuk akhiratnya. Dengan niat yang ikhlas, maka keberkahan akan senantiasa mengiringi dan menyertai langkahnya. Sebailknya, niat yang tidak baik, tidak ikhlas atau niatnya hanya semata-mata mengejar dunia, maka akan menghambat langkahnya.

Nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“ Brang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan didalam hatinya, maka Allah akan memudahkan urusannya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, niscaya Allah akan menjadikan kemiskinan terpampang di hadapan matanya, Allah akan menjadikan urusannya berantakan, dan ia tidak akan memperoleh dunia kecuali apa-apa yang telah ditetapkan baginya.” (3)

Maka, marilah kita memasang niat yang ikhlas semata-mata mengejar pahala akhirat, niscaya Allah akan memudahkan kita dalam mengarungi kehidupan didunia dan memudahkan urusan kita diakhirat kelak nanti. Amin

Yogyakarta,18 Oktober 2009

Keterangan:
1) Muttafaqun ‘alihi
2) Jami’ul ‘ulum wal hikam (III/19)
3) Hadits riwayat At-Tarmidzi, Ahmad dan lainnya.

Artikel: gunawananeva.wordpress.com

    • devliyingki
    • Januari 13th, 2010

    like this……

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: