Pelajaran Berharga dari Jalur Gaza

Kekejian Yahudi kepada saudara-saudara kita sesama muslim di Gaza terasa menyakitkan di hati setiap mukmin. Kejahatan-kejahatan seperti itu bukanlah perkara yang aneh dilakukan oleh kaum terlaknat seperti mereka. Setiap muslim hendaknya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya dan berdoa kepada Allah supaya kesulitan dan musibah yang mencekam saudara-saudara kita di Gaza segera terangkat.

Sejarah hitam Bani Israil

Yahudi adalah kaum yang berani mencela dan mengejek Allah Yang Maha suci. Allah berfirman (yang artinya), “Orang-orang Yahudi berkata; ‘Tangan Allah terbelenggu’. Justru tangan-tangan mereka itulah yang terbelenggu dan mereka dilaknat akibat ucapan yang mereka lontarkan. Bahkan, kedua tangan Allah itu terbentang, Dia akan memberi bagaimanapun yang dia suka.” (QS. al-Maa’idah [5] : 64). Yahudi adalah para pembunuh nabi-nabi. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hal itu terjadi karena mereka senantiasa mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu terjadi akibat kedurhakaan mereka dan karena mereka selalu melampaui batas.” (QS. al-Baqarah [2]: 61). Yahudi adalah saudara kera dan babi yang berusaha untuk mengelabui Allah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tanyakanlah kepada Bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (QS. al-A’raaf [7]: 163).

Ini adalah konflik antara Iman dan Kekafiran

Kejadian yang menyedihkan ini semakin menguatkan kebenaran berita yang disebutkan oleh Allah ta’ala mengenai permusuhan kaum kafir yang sengit kepada kaum mukminin. Maka kita harus memusuhi orang kafir dikarenakan kekafiran mereka. Tidak sebagaimana pendapat sebagian orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kita tidak akan memusuhi orang-orang kafir kecuali apabila mereka menyakiti dan memerangi kita.” Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa ridha kepada kalian sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.” (QS. al-Baqarah [2]: 120). Ayat ini menunjukkan bahwa permusuhan mereka kepada kita akan terus berlangsung sampai kita ikut menjadi kafir seperti mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya, mereka bersikap keras kepada orang-orang kafir, dan berkasih sayang dengan sesama mereka.” (QS. al-Fath [48]: 29).

Musibah terjadi karena dosa kita

Tindakan melampaui batas dan penghinaan terhadap nyawa kaum muslimin, perampasan harta dan kehormatan mereka merupakan musibah besar yang menimpa kita. Banyak kalangan aktifis dakwah yang keliru dalam mendiagnosa sumber musibah ini. Akibatnya mereka juga keliru dalam menempuh jalan penyembuhannya. Intisari dari penyakit ini adalah kemaksiatan kepada Allah. Kemaksiatan terbesar adalah meninggalkan tauhid dan sunnah serta tersebarnya syirik dan bid’ah di antara kaum muslimin. Hal ini semakin diperparah dengan munculnya berbagai kelompok dakwah yang mengabaikan dakwah tauhid dan lalai dari memperingatkan umat agar menjauhi kesyirikan serta mengikis kebencian kepada musuh Islam yang sudah seharusnya ditujukan kepada bid’ah dan para penyebarnya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran [3]: 165). Ayat tersebut dan ayat-ayat yang lainnya secara tegas menjelaskan bahwa semua musibah –kelemahan dan dikuasai oleh orang-orang kafir termasuk di dalamnya- adalah akibat dari dosa-dosa yang kita perbuat.

Untuk mengatasi hal itu, maka obatnya adalah dengan kembali [bertaubat] kepada Allah, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ta’ala (yang artinya), “Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal salih, niscaya Allah akan menjadikan mereka benar-benar berkuasa di atas muka bumi ini, sebagaimana halnya Allah telah mengangkat orang-orang sebelum mereka menjadi pemimpin, Allah benar-benar akan meneguhkan untuk mereka agama mereka yang telah Allah ridhai bagi mereka, dan Allah akan menggantikan rasa takut yang mencekam mereka dengan keamanan; mereka senantiasa beribadah kepada-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku sama sekali.” (QS. an-Nuur [24]: 55). Ini adalah janji dari Allah, sedangkan Allah tidak mungkin menyelisihi janji-Nya.

Bertindak realistis dan bijak

Kaum muslimin semestinya menyadari lemahnya kekuatan mereka. Hendaknya mereka membedakan antara kondisi lemah dan kondisi kuat, dan seharusnya mereka mengetahui konsekuensi hukumnya. Hendaknya mereka menjadi orang yang bertindak secara realistis, bukan menjadi pengkhayal yang gemar berandai-andai. Tidak dibenarkan bagi siapapun mengharuskan kaum muslimin mengikuti keputusan-keputusan yang tidak sesuai dengan kondisi mereka yang lemah seperti sekarang ini. Hendaknya kaum muslimin bertindak sesuai dengan kondisi mereka saat ini, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu memilih berdamai atau berperang dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan yang ada serta faktor-faktor lainnya. Tatkala beliau berada di Mekah, Allah belum mensyariatkan jihad. Karena pada saat itu beliau dalam kondisi yang lemah.

Satu hal yang tidak bisa dimengerti adalah apa yang mendorong HAMAS untuk melakukan serangan secara terang-terangan kepada Yahudi kafir terlaknat itu. Padahal HAMAS juga menyadari bahwa kekuatan mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan Yahudi. Kenekatan mereka itu justru mengakibatkan penyiksaan kaum Yahudi kepada kaum muslimin yang lemah di Gaza semakin keras. Yang lebih aneh lagi adalah tindakan HAMAS yang berkeras meneruskan perang, sampai-sampai orang lain yang melihat mengira bahwa mereka memiliki kekuatan dan kemampuan yang memadai untuk menghancurkan Yahudi. Sesuatu yang cukup memprihatinkan adalah pernyataan HAMAS yang beralasan dengan blokade Yahudi untuk membenarkan tindakan mereka melancarkan serangan-serangan tersebut. Mereka memilih meninggalkan bahaya yang timbul akibat blokade musuh menuju bahaya lain yang lebih berat dan lebih mengerikan; yaitu menggabungkan bahaya blokade musuh sekaligus membuka celah menuju terjadinya pembantaian berdarah. Memang benar, menetapnya Yahudi di bumi Palestina adalah kejahatan dan kezaliman yang tidak boleh diakui sama sekali. Mereka harus diusir agar tidak lagi menjajah al-Quds. Akan tetapi, kekeliruan ini tidak boleh diobati dengan kekeliruan lain yang lebih fatal yaitu membuka jalan tertumpahnya darah orang-orang tidak bersalah dalam jumlah yang sangat banyak.

Syi’ah, biang keladi tragedi berdarah dalam sejarah

Termasuk kekeliruan yang sangat fatal usaha sebagian orang yang membiarkan kaum Syi’ah bergabung dengan barisan Ahlus Sunnah. Sungguh mengherankan! Bagaimana bisa dibenarkan bagi da’i yang mengajak untuk ishlah (perbaikan) justru memberikan tempat bagi kaum Syi’ah yang telah mengkafirkan umat terbaik setelah Nabi-Nya yaitu para sahabat yang mulia seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman, Syi’ah juga menuduh ibunda kaum mukminin -sosok yang sangat dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus isteri beliau- telah berzina, kaum Syi’ah juga mengangkat kedudukan para imam mereka sebagaimana halnya Allah. Salah satu contoh kekeliruan mereka adalah kunjungan Khalid Misy’al -seorang tokoh HAMAS- ke Iran dan meletakkan karangan bunga di atas kubur Khomaeni beserta pernyataannya bahwa Khomaeni adalah bapak ruhani yang menjiwai dakwah HAMAS di Palestina.

Syaikh al-Islam rahimahullah menjelaskan di dalam ‘Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyah’ [3/377], “Banyak di antara mereka –Rafidhah/Syi’ah- justru menaruh rasa kasih sayang kepada orang-orang kafir dari dalam lubuk hatinya lebih daripada kecintaan mereka kepada kaum muslimin. Oleh sebab itulah ketika pasukan Turki keluar sedangkan orang-orang kafir datang dari arah timur kemudian membunuhi kaum muslimin dan menumpahkan darah mereka di negeri Khurasan, Iraq, Syam, jazirah Arab, dan negeri yang lainnya, maka kaum Rafidhah justru memberikan bantuan kepada mereka (orang kafir) untuk membunuh kaum muslimin. Menteri Baghdad saat itu -yang sudah ma’ruf- yaitu Ibnu Alqami dan orang-orang yang sepertinya, mereka itulah orang-orang yang memiliki peran paling besar dalam membantu orang kafir menghancurkan kaum muslimin. Demikian pula orang-orang Rafidhah yang dahulu tinggal di Syam, mereka itu adalah orang-orang yang paling besar perannya dalam membantu orang kafir memerangi kaum muslimin. Begitu pula orang-orang Nasrani yang dahulu diperangi oleh kaum muslimin di Syam, ternyata kaum Rafidhah pun termasuk pembantu mereka yang sangat berjasa. Demikian pula tatkala Yahudi behasil memiliki pemerintahan di Irak dan negeri yang lainnya, maka jadilah kaum Rafidhah sebagai pembantu mereka yang paling besar perannya. Mereka itu selalu memberikan loyalitasnya kepada orang-orang kafir dari kalangan orang-orang musyrik maupun Yahudi dan Nasrani. Mereka membantu orang-orang kafir itu dalam rangka memerangi kaum muslimin dan memusuhi mereka…”

Semoga Allah mematikan kita sebagai syuhada’ di jalan-Nya dan menyejukkan hati kita dengan hancurnya Yahudi. Semoga Allah menjaga saudara-saudara kita di Gaza dan di mana saja, dan semoga Allah memberikan hidayah kepada para pemimpin HAMAS untuk meniti jalan yang lurus. [Diringkas serta diberi tambahan sub judul oleh Ari Wahyudi dari makalah Syaikh Abdul Aziz bin Rays ar-Rays hafizhahullah yang berjudul ‘Durus Manhajiyah min Ahdats Ghazah al-Filisthiniyah’, http://www.islamancient.com%5D

sumber: http://buletin.muslim.or.id
penulis: Ari Wahyudi S.Si

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: