Archive for the ‘ adab ’ Category

Kebiasaan Tidur pagi Ternyata Berbahaya

Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.

Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.”

Baca lebih lanjut

Iklan

Potret Ulama Terdahulu dalam Berbakti pada Orang Tua

Suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Diambil dari kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi)

Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang terkenal sangat berbakti kepada ibunya, sampai-sampai ada orang yang berkata kepadanya, “Engkau adalah orang yang paling berbakti kepada ibumu, akan tetapi kami tidak pernah melihatmu makan bersama ibumu.” Beliau menajawab, “Aku takut kalau-kalau tanganku mengambil makanan yang sudah dilirik oleh ibuku. Sehingga aku berarti mendurhakainya.” (Diambil dari kitab Uyunul Akhyar karya Ibnu Qutaibah)

Baca lebih lanjut

Sudahkah Anda Memasang Niat Untuk Mengerjakan Amal Shalih Hari Ini??

Diriwayatkan dari sahabat Nabi, Abdullah Ibnu Abbas radhiyallah ‘anhu’ bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah menulis setiap kebaikan dan kejelekan, lantas Dia menjelaskan: “Barang siapa berniat melakukan kebaikan namun ia tidak jadi melaksanakannya maka Allah telah menulis untuknya satu kebaikan yang sempurna, tapi apabila ia melaksanakan maka Allah akan tulis untuknya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipas kebaikan, atau dilipat gandakan lebih dari itu. Namun barang siapa yang berniat melakukan kejahatan namun ia tidak jadi melakukannya, maka Allah tulis untuknya satu kebaikan yang sempurna, tetapi apabila perbuatan itu jadi ia lakukan maka Allah menuliskan untuknya satu dosa kejahatan.” (1)

Baca lebih lanjut

Sepucuk Surat Untuk Diriku dan Saudaraku

suratBanyak diantara kita yang memandang hidup ini identik dengan menikmati berbagai kesenangan dan keindahan duniawi saja. Sehingga banyak diantara kita menghabiskan waktunya hanya untuk mengurusi dan meraih urusan dunia saja. Sehingga dunia yang fana ini telah berhasil memperdaya kita dan telah membuat kita lupa akan kehidupan akhirat yang telah menanti-nanti. Wajar ada sebagian diantara kita tidak mengimani adanya kehidupan setelah mati yaitu kehidupan yang kekal diakhirat nanti. Sungguh Allah telah menggambarkan keadaan ini didalam firmanNya tentang pendapat para pengejar dunia tentang kehidupan di dunia ini:

” Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita didunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.” (1)

Saudaraku..

Baca lebih lanjut

Niat Yang Ikhlas

Ikhlas merupakan kesempurnaan agama, derajat yang tinggi dan syarat diterimanya suatu amal disisi Allah. Niat yang ikhlas berarti menetapkan tujuan sebuah amal ketika hendak mengerjakannya. Ikhlas adalah memasang niat dalam amal untuk mengharapkan wajah Allah semata. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“ Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung kepada niat, dan setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan.” (1)

Sehingga begitu besarnya pengaruh niat terhadap suatu amal. ‘Abdullah bin Al-Mubarrak rahimahullah pernah berkata:

“ Berapa banyak amal besar yang menjadi kecil nilaiya karena niat. Dan berapa banyak amal kecil yang menjadi besar nilainya karena niat.” (2)

Baca lebih lanjut